5 Fakta Longspan LRT Jabodebek yang Disebut Salah Desain Kini Tak Lagi Jadi Masalah : Okezone Economy

Berita75 Dilihat

JAKARTA – Lengkungan Bentang Panjang (Longspan) Lintasan Rel Terpadu (LRT) Jabodebek sempat menjadi perbincangan sebab dinilai salah desain.

PT Adhi Karya Tbk sebagai kontraktor LRT dianggap tidak teliti dalam pengecekan terkait kemiringan rel setelah longspan dibangun khususnya di daerah Kuningan, Jakarta Selatan.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan bahwa isu salah desain longspan telah dibereskan. Hal tersebut dilihat dari perbincangan terkait longspan sudah berangsur tidak ada.

Berikut fakta longspan LRT Jabodebek yang disebut salah desain kini sudah dibereskan, melalui rangkuman Okezone.

1. Siapa Perancang Longspan LRT Jabodebek

Terdapat tiga konsultan yang terlibat dalam desain longspan LRT Jabodebek, di antaranya berasal dari Perancis, Systra. Namun, mega proyek transportasi massal ini harus dipercepat, sehingga pemerintah memberikan kepercayaan kepada sosok Arvila Delitriana, konsultan Indonesia lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Waktu saya masuk, LRT Jabodebek itu punya beberapa konsultan perencana. Ada dari Perancis, ITB dan ITS. Karena sudah ada tiga konsultan, namun karena proyek ini butuh percepatan, masuklah saya lewat Pak Ujang ini yang kebetulan Pimpinan proyek (Project Manager),” ujar Arvilla.

2. Beragam Opsi Desain LRT Jabodebek

Lewat perusahaan konsultan PT Cipta Graha Abadi, Arvila mulai menangani perhitungan desain yang sudah tersedia dari Systra sebelumnya. Dari situ, sudah ada tiga opsi yang akan direncanakan dan semuanya memanfaatkan Pier atau tiang di tengah lengkungan.

Arvila selaku perancang LRT Jabodebek sempat memberikan opsi keempat yakni desain tanpa Pier atau tiang di tengah lengkungan. Namun opsi tersebut justru tidak disambut baik oleh konsultan Jepang. Desain tanpa Pier dinilai mustahil dan sulit dikerjakan, apabila bisa disambung tanpa tiang pun, kontraktor Adhi Karya tidak akan bisa.

Baca Juga  AakhriSachOnHotstar viral trending twitter

Penggunakan Pier atau tiang di tengah lengkung sepanjang 148 meter dibantah Arvila sebab di bawah jembatan lengkung terdapat dua ruas jalan yang saling berhimpitan, tepatnya Jalan Gatot Subroto dan Jalan Tol Layang. Arvila juga mengatakan jika dibangun pondasi untuk Pier nantinya akan rawan getaran apabila ada gempa keci, maka dari itu Arvila yakin membangun tanpa tiang di tengah dengan perhitungan yang tepat.

Arvila melawan argumen dari konsultan Jepang terkait desain tanpa Pier atau tiang di tengah lengkungan. Hingga akhirnya bentangan bisa dipasang tanpa tiang dengan perhitungan matang dan berjalan sesuai rencana.

Baca Juga: Bertabur Hiburan dan Edukasi Keuangan, Pesta Rakyat Simpedes 2023 Siap Menyapa Warga Bandung


Follow Berita Okezone di Google News


3. Klarifikasi Menhub Salah Desain LRT Jabodebek

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memberikan klarifikasi terkait isu salah desai terkait lengkung bentang panjang (longspan) LRT Jabodebek di Gatot Subroto-Kuningan. Menhub menegaskan bahwa longspan Gatsu-Kuningan tidak salah desain, melainkan longspan tersebut adalah solusi desain yang memungkinkan dengan kondisi wilayah tersebut.

Menhub juga menambahkan desain tersebut memang terdapat hambatan. Oleh karenanya arsitek engineer mencari solusinya.

4. Ketentuan Saat Melaju di Longspan Gatsu-Kuningan

Menhub memberikan sejumlah ketentuan bagi LRT Jabodebek yang akan melintasi longspan Gatsu-Kuningan. Dengan memberi berbagai rambu-rambu yang harus dipenuhi.

Rambu pertama adalah safety, kedua security, ketiga ketepatan waktu. Apabila waktu tempuh 43 menit, maka harus konsisten 43 menit. Tidak boleh ada goyangan meskipun kecepatan 20 km/jam, 40 km per jam, tetap harus dikompensasi pada jarak lainnya.

5. Permasalahan Salah Desain Sudah Beres

Baca Juga  Sah Jadi Capres, Selasa Besok Anies, Ganjar, dan Prabowo Ikuti Undi Nomor Urut di KPU RI

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa isu Longspan LRT Jabodebek saat ini sudah tidak menjadi permasalahan. Pasalnya hal itu sudah dibereskan sehingga isu salah desain berangsur tidak ada.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono juga menilai bahwa konstruksi longspan LRT Jabodebek sudah sesuai dengan karakteristik dari lahan yang ada di daerah tersebut. Terbukti dengan adanya uji oleh Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ). Basuki juga mengatakan bahwa longspan LRT Jabodebek tersebut akan aman dilalui boleh LRT Jabodebek.

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *