KAI Bakal Pecat Pegawai yang Jadi Tersangka Teroris : Okezone Economy

Berita69 Dilihat

JAKARTAPT Kereta Api Indonesia (Persero) akan memberikan hukuman berat yakni pemecatan kepada ‘DE’ terduga Teroris di Bekasi.

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan bahwa pemecatan tersebut akan dilakukan jika pegawainya secara sah dan berkekuatan hukum yang tetap terbukti melakukan tindakan pelanggaran hukum.

“Jika nanti oknum karyawan KAI yang terduga terlibat tindak kejahatan terorisme, secara sah dan berkekuatan hukum yang tetap terbukti melakukan tindakan pelanggaran hukum tersebut, maka manajemen KAI akan mengenakan sanksi berat berupa pemecatan,” katanya saat dihubungi, Selasa (15/8/2023).

Joni mengatakan bahwa saat ini KAI masih menghargai proses hukum yang sedang berjalan sebagaimana mestinya.

“KAI masih menghargai proses hukum yang sedang berjalan danakan mendukung terkait penegakan hukumnyaan akan mendukung terkait penegakan hukumnya,” katanya.

Baca Juga: 7 Keunggulan Mobil Innova Reborn, Wajib Tahu Sebelum Beli!


Follow Berita Okezone di Google News


Sementara itu, Komisaris Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Said Aqil Siroj menegaskan bahwa sebagai salah satu perusahaan BUMN, PT KAI, tidak akan mentoleransi (menyerahkan proses hukum) terhadap salah satu oknum karyawan terduga teroris di Bekasi.

“Sebagai Komut, saya memastikan bahwa PT KAI dikelola oleh Insan-insan KAI dengan sipirit keagamaan yang toleran, moderat dan mengimplementasi ‘AKHLAK’ sebagai nilai utama perusahaan, sebagai pedoman perilaku (individu) dan bermasyarakat,” katanya dalam pernyataan tertulis, Selasa (15/8/2023).

Said mengatakan, secara korporasi PT KAI dikelola oleh tenaga-tenaga profesional, memberi pelayanan terbaik pada masyarakat, budaya safety and security yang terukur.

Dia mengatakan penangkapan oleh Densus 88 Antiteror Polri terhadap karyawan PT KAI di Bekasi, memberi pesan serius bahwa kelompok, paham dan praktik teroris ini nyata dan dekat dengan lingkungan kita.

Baca Juga  Informasi Peran Media Sosial Dalam Pendidikan Seksual

“Peringatan keras ini harus dijadikan alarm sekaligus momentum untuk bersih-bersih. Terlebih, infiltrasi atau penyusupan ke berbagai lembaga, ditengarai sudah menjadi strategi kelompok teroris, apakah Jama’ah Islamiyah (JI), Jama’ah Anshoru Daulah (JAD), secara jelas dalam berbagai jejak dan pengungkapan oleh Densus 88, terafiliasi dengan ISIS,” katanya.

Ke depannya, Said mengatakan PT KAI akan bekerja terus berkoordinasi dengan BNPT, Densus 88 dan menyerahkan proses hukum terhadap karyawan berinsial DE, terduga teroris.

Adapun sebagai upaya untuk menangkal infiltrasi paham teroris, KAI yang telah bekerja sama dg BNPT sejak 2021 akan memperkuat kembali “Sinergitas Pencegahan Paham Radikal Terorisme” melalui program-program yang edukatif dan menjangkau seluruh leveling karyawan.

“Bahwa Informasi tentang terorisme harus diketahui oleh masyarakat. Pasalnya, gerakan terorisme merupakan ancaman kejahatan sistemik yang dilaksanakan secara terstruktur dan terencana,” pungkasnya.

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *