Pemkab Tangerang dapat Dana Insentif Fiskal Rp 6,5 M Usai Capai Target Penurunan Prevalensi Stunting

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mendapatkan kucuran dana insentif fiskal kategori penurunan kasus stunting sebesar Rp 6,5 miliar.

Insentif fiskal adalah dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang diberikan kepada daerah berdasarkan kriteria tertentu berupa perbaikan dan/atau pencapaian kinerja di bidang tata kelola keuangan daerah, pelayanan umum pemerintahan dan pelayanan dasar yang mendukung kebijakan strategis nasional dan atau pelaksanaan kebijakan fiskal nasional. 

Pj Bupati Tangerang Andi Ony Prihantono mengatakan bahwa pemberian itu dilakukan, lantaran Pemkab Tangerang mencapai target penurunan prevalensi stunting tingkat nasional. 

“Alhamdulillah, Pemkab Tangerang mendapatkan hampir Rp 6,5 miliar melalui insentif fiskal kategori penurunan stunting,” kata Andi Ony Prihantono, Sabtu (7/10/2023).

Baca juga: Diduga Otak Penyerangan Pasar Kutabumi, Eks Dirop Perumda Pemkab Tangerang Diperiksa Polisi

Baca juga: Perhatian, Pemkab Tangerang Terapkan Ganjil Genap saat KTT ASEAN 2023 di Jalan Menuju Jakarta

Andi menjelaskan, insentif fiskal yang diperoleh merupakan buah dari kerja keras dan kerja sama semua stakeholder di Kabupaten Tangerang dalam rangka menurunkan angka stunting. 

Meski demikian, Andi Ony Prihantono menuturkan, apa yang telah diraih tidak membuat berpuas diri serta terus memacu untuk lebih semangat karena tantangan ke depan sangat kompleks dan berat.

“Sebagaimana arahan bapak Wakil Presiden Ma’ruf Amin, terdapat 3 tantangan yang harus dihadapi dalam penanganan stunting ke depan yakni keterbatasan waktu, besarnya target dan tahun politik,” tutur Andi Ony Prihantono.

Andi Ony Prihantono menjelaskan bahwa selain peningkatan kualitas pelayanan, pihaknya memastikan penurunan stunting tetap menjadi program prioritas pada saat transisi pemerintahan.

Sebab, presentase prevalensi stunting di Kabupaten Tangerang dalam waktu 2 tahun terakhir menunjukan angka penurunan dari capaian 23,3 persen pada tahun 2021 menjadi 21,1 persen pada tahun 2022.

Baca Juga  Prakiraan Cuaca Jakarta Minggu 1 Oktober Cerah dengan Suhu Udara Panas, pas untuk Libur Akhir Pekan

BERITA VIDEO: Wow! Anggota DPR RI Bapaknya Ronald Punya Harta Rp 11 Miliar

“Kita juga akan terus mengawal pelaksanaan program tahun depan untuk memastikan penurunan stunting tetap menjadi program prioritas pada saat transisi pemerintahan,” jelas Andi Ony Prihantono.

Diketahui, Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengungkap beberapa tantangan dalam menurunkan angka prevalensi stunting. Salah satunya proses transisi pemerintahan dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Wapres Ma’ruf Amin menekankan pemerintahan pusat dan daerah yang baru harus memiliki komitmen sama dalam mengakomodasi percepatan penanganan stunting. 

Wapres meyakini dengan adanya komitmen politik dari pemerintahan di pusat dan daerah akan mendorong perbaikan koordinasi di lapangan. 

Selain itu, implementasi pelaksanaan program akan lebih tepat sasaran.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *